softness

Selamat datang di blogku...

Hadits

Seungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah/lelah dalam mencari rezeki yang halal.(HR.Ad-Dailami)

Tafakkur

tafakkur berarti memikirkan atau mengamati.

Road

pemandangan yang indah membantu pikiran kita menjadi indah

Al-Qur'an

Dan tidaklah sama kebaikan dan keburukan.Tolaklah keburukan itu dengan cara yang sebaik-baiknya, maka tiba-tiba ia, yang di antara engkau dan dirinya ada permusuhan, akan menjadi seperti seorang sahabat yang setia. Dan, tiada yang dianugerahi taufik itu selain orang-orang yang sabar, dan tiada yang dianugerahi taufik itu selain orang yang mempunyai bagian besar dalam kebaikan. (Q.S. 41: 35-36)

Himbauan

jangan marah, bagimu surga

Rabu, 12 Juli 2017

Kumpulan Cerpen; Sinektika



            Bisakah sebuah pohon berjalan dari tempatnya? Itu adalah sebuah pertanyaan goblok bagi sebagian orang pintar yang ternyata goblok. Bisakah Buah mengeluarkan buah? Itu adalah sebuah pertanyaan konyol yang ternyata tidak terlalu konyol bila di telaah lebih dalam. Bila ayah bukan lagi bapak, Mengapa ibu bisa menjadi mama? Pertanyaan itu begitu pelik dan lebih baik dilupakan dan tidak perlu di bahas panjang lebar.

Sebuah kejadian yang menggemparkan terdapat di sebuah kota. Hal itu sontak mendapat reaksi dari berbagai golongan masyarakat. Semua berspekulasi dan berpendapat sesuai kapasitas ilmunya masing-masing. Dan yang merasa bodoh hanya terdiam menanggapi berita-berita yang halur mudik tiada henti.

            Namun sayang sekarang orang-orang tidak ingin dianggap bodoh. Hal apapun mereka lakukan agar kebodohan mereka tertutupi walaupun pada kenyataannya mereka benar-benar bodoh.

“kejadiannya memang terasa aneh. Ini hanyalah konspirasi para elite agar para rakyat jelata melupakan penderitaannya!”

Yang lainnya menyanggah.

“bohong! Mereka yang berkoar-koar tak jelas itu hanyalah para konspirator yang cuma omong besar”

Polemik tidak hanya menggerogoti para pemuka dan pembesar saja. Bahkan rakyat kecil tak henti-hentinya mengemukakan pendapat mereka di zaman politik bebas ini.

“mereka semua adalah musuh. Kitalah yang benar. mereka seenaknya berkoar di jalan-jalan tanpa kenal bulug!”

“kita harus bertindak! Membubarkan mereka adalah pilihan yang terbaik untuk menjaga keutuhan dan kesatuan! Sekarang juga bubarkaaan!”

“benaar! Segera bubarkan golongan yang tidak bisa bertoleransi dengan golongan yang lainnya!”

            Dari beberapa orang yang berbeda haluan mengkritik balik gugatan yang ditujukan kepada mereka.

“Bubarkan udelmu! Kamilah yang kalian sakiti. Mana ada kami ini pernah menyakiti kalian. Mana ada kami tidak bertoleransi kepada kalian. Mana ada kami sebagai orang yang teraniaya, memecah belah ataupun memecah persatuan bangsa. TIDAAK! Kami sama sekali tidak pernah melakukan apapun yang kalian tuduhkan! Justru kami disini sebagai yang tersakiti, mencoba bertindak untuk menegakkan kembali keadilan!”

            Dalam kalangan saintis. Mereka tidak terlalu menggugu masalah yang tidak benar-benar menyangkut dengan bidang yang ditekuninya saat ini. Namun dewasa ini, tayangan vidio yang teramat viral di youtub* telah membuat ubun-ubun para kalangan saintis terasa meletup-letup bagai popcorn yang mengembung.

“Siapa yang buat video konspirasional itu. Mana ada bentuk bola itu datar!”

“kurang tajir! Seenaknya saja yang buat video itu dengan lancangnya mencap kita sebagai pembohong! Mana ada hah... masak riset kita yang telah kita lakukan selama berpuluh-puluh tahun lamanya Cuma dianggap sebagai sebuah isapan jentik! Kau kira penelitian kami ini Cuma dolan neker apa! Kami ini serius mengorbankan jiwa dan raga dalam mengembangkan ilmu sains, tahu nggak!”

Sedangkan para pendukung flat ball yang sudah percaya dengan tayangan di youtub* masih tetap meneguhkan pendirian dan tetap melawan. Mereka melakukannya  karena sudah merasa kenyang telah dibohongi oleh para elite gombal selama ini.

            Dalam kalangan Budayawan. Segala tetekbengek kehidupan hanyalah sebuah sandiwara yang hanya perlu dijalankan dengan segenap hati, jiwa, dan raga. Maka, ketika mereka menemui sebuah intrik dan peristiwa yang bertentangan. Mereka hanya menulisnya, bahkan kejadian itu dijadikan sebagai bahan refrensi dan inspirasi untuk membuat suatu karya mereka yang baru dan sensasional.

            Semakin cepat hari bergulir. Segala macam kejadian telah membenturkan beberapa golongan dalam satu kisi. Pertikaian dan saling tuduh menjadi hal yang biasa terjadi.

“Fitnah lagi ya...” Kata orang tua itu, disusul hembusan nafas panjang.

“benar. Mengapa mereka sebegitunya membenci kita guru?”

“itu sudah takdir, nak. Mereka tidak akan suka dan tidak akan pernah berhenti mengusik kita sampai kita keluar dari jalan yang lurus ini”

“tapi, bukannya lebih baik kita melawan mereka! Dan menyingkirkan segala tuduhan ini!”

“tidak semudah itu, zaman dulu bukanlah seperti zaman yang ada sekarang ini. jika kita melawannya dengan berperang. Maka kitalah yang akan habis. Karena kita akan tercap sebagai sebuah golongan yang bengis, dan malah akan membenarkan fitnah-fitnah yang mereka lontarkan itu”

“jadi, apa yang harus kita lakukan guru?” tanyanya setengah memelas.

“belajarlah yang rajin nak. Sekarang zamannya adalah peperangan fikiran. Asahlah akal dan pikiranmu. Jangan kau susupi dengan hal tidak berguna yang akan menuntunmu ke lembah kebinasaan”

“apakah dengan itu kita akan berhasil mengalahkan mereka guru?”

“ah, jangan berpikiran begitu, kita bertarung dan berperang bukan untuk mengalahkan, tapi kita bertarung dan berperang adalah untuk menyadarkan dan menegakkan panji Allah. Dan jika sempat, do’akanlah mereka agar segera tersadar dari kejahiliyyahannya”

“maafkan saya guru. Mungkin saya kurang banyak belajar lagi”

“tidak apa, kamu masih muda. Setidaknya jalanmu masih panjang jika Allah memanjangkan umurmu”

“Aamiin... guru”


Jepara, 6 Juli 2017


M H A

Novel; Arthof's Journey (Hal 7-10)

Chapter 2

            Seminggu telah berlalu semenjak kejadian miris itu. Berkali-kali aku diintrogasi oleh polisi dan ditanyai berbagai macam hal dan seberapa jauh keterlibatanku pada kasus ini. Sampai akhirnya mereka pun melepaskanku karena tidak menemukan bukti apapun bila akulah sang pelakunya. Akupun sendiri bingung mengapa bisa dituduh sebagai pelaku pembunuhan teman sekolahku sendiri.

            Sampai saat ini perasaan trauma itu tidak kunjung hilang dari ingatanku. Terkadang badanku menggigil sendiri ketika melihat warna merah cat atau sirup. Sehingga kini kedua orang tuaku mulai menjauhkan barang-barang itu dari jangkauanku.

“Mau kemana Arthof?” Tanya ibuku ketika melihatku sedang berjalan menuju pintu.
“aku mau keluar menenangkan diri”
“dimana?”
“ditaman kota”
“mau dianterin?”
“nggak usah bu... Aku bisa sendirian naik motor”
“Kalau begitu hati-hati ya nak. Kalau ada apa-apa segera telfon ibu”
“baik bu”
Aku segera bergegas mengambil motor di garasi dan melajukannya ke taman kota.

            Seperti biasa. Pagi ini taman begitu ramai. Apalagi ini adalah hari libur. Dan berhubung sekolahku ditutup, sehingga sekarang aku jadi seorang pelajar yang nganggur.

            Disini aku berjalan kesana kemari. Mencari tempat yang teduh, tenang, dan sepi. Aku ingin merilekskan pikiran ini. sudah beberapa hari ini aku mengurung diri di kamar. Keluarpun hanya untuk bertemu polisi yang ingin mengitrogasiku. Kehidupanku yang tenang dan indah bisa kandas bagai puing-puing. Tak kusangka kehidupanku yang tentram bisa berubah secepat ini.

            Angin yang berhembus di sekitarku membuatku kedua mataku mengantuk. Rasanya begitu sejuk menjalar ke seluruh tubuhku. Tak sadar kepalaku sudah miring dan kesadarankupun sebentar lagi lenyap tersapu angin.

‘PSYUU!!!’

Suara itu terdengar tepat di sisi kiri kupingku. Membuatku segera tergugah untuk melihat benda yang tampaknya telah membentuk sebuah lubang di pohon tempatku bersandar.
“Untung tadi kepalaku miring ke kanan!” aku menelan ludah. Dilihat dari bentuknya, itu adalah selongsong peluru. Pikiranku kembali kalut mengingat penjahat itu pasti masih mengincarku. Mereka pasti tahu bila akulah satu-satunya siswa yang masih hidup.

            Segera aku berlari untuk meminta bantuan. Karena terlalu gugup tak sengaja kakiku menyandung sebuah batu. Seketika aku terjatuh dan meringkik kesakitan.

‘PSYUU!!’

Lagi-lagi tembakan itu. kali ini tepat menyenggol bajuku. Mungkin jika aku tidak jatuh tadi, sudah terdapat lubang menganga di perutku. Ternyata tuhan belum berkenan untuk membuatku mati disini. Untuk itu aku segera mersponnya dengan bangkit dan berlari kencang menuju ke tempat yang ramai tadi.
“Dimana orang-orang!” aku tercengang. Entah kenapa, taman yang semula ramai mendadak sepi. Mataku melotot mengitari seluruh taman yang kosong melompong. Semua orang lenyap tak tersisa.

‘PSYUU!!!’

“akhh....!”

Kali ini tembakan itu mengenai bahu kiriku. Darah hangat mulai mengalir di sela-sela tangan kananku yang menutupinya. Rasa sakit dan perih mulai terasa persekian detik kemudian. Tanpa pikir panjang. Aku segera berlari menuju jalanan raya untuk meminta pertolongan. Niat kehidupanku yang besar menyangkal agar aku tidak mati disini. Namun semenjak aku berlari. Tembakan itu semakin liar saja menuju ke arahku.

‘PSYU PSYU PSYU PSYU’

            Aku menghindari tembakan itu sekenanya. Dan untungnya semuanya berhasil aku hindari. Walaupun aku sendiri sampai kaget jika bisa menghindari semua tembakannya. Walau tak jarang ada beberapa yang menyerempet dan mengoyak kausku.

Aku hampir sampai ke jalanan raya. Disana mungkin orang itu tak akan berani membunuhku disana, dalam keramaian. Dan semoga saja mereka mau membantuku agar lepas dari maut. Namun sayang, harapan itu tiba-tiba pupus kala seseorang pemuda berusia dua puluh tahunan berjubah serba hitam muncul di hadapanku. Tatapan matanya begitu dingin. Terselip pedang tipis di belakang pundaknya. Sambil membawa pistol di tangan kanan yang entah itu pitol jenis apa. Dia terus menatapku sehingga tanpa sadar membuatku ngompol.

“a...a...ap...” aku tergagap sampai tak bisa berkata-kata lagi. Yang kupikirkan saat itu adalah kematian dan nasib celanaku yang sudah basah kuyup. Aura orang ini luar biasa. Dia seperti seorang pembunuh professional yang sudah sering membunuh banyak orang.

“luar biasa” katanya kalem dan singkat. Ekspresi wajahnya datar ketika menatapku yang sedang ketakutan dua pertiga mati.

“a....a...ap..?” rupanya aku masih belum bisa ngomong.

“kamu adalah satu-satunya orang yang berhasil menghindar dari pembunuhan yang aku lakukan. Awalnya kukira kamu adalah seorang yang hebat. Nyatanya Cuma anak ingusan”
Aku hanya melotot ketakutan sampai tidak bisa bergerak. Dia kembali menodongkan pistol hitamnya ke arah jidatku.

“bagus, diamlah disitu. Maka kematianmu tidak akan menyakitkan”
Tangannya sudah bersiap menekan pelatuknya. Mataku terpejam dan harapanku sudah pupus. Mungkin sebentar lagi aku akan segera mati.

‘PSYUU!!’

‘TRAANGG!!!’

Lama waktu berlalu dan aku tidak merasakan timah panas yang menembus jidatku.

“WOI bocah sedeng! cepat lari! Apa kamu ingin mati hah!”

Mataku segera aku buka. Terlihat seorang anak kecil yang barusan mengatai aku bocah.

“jangan hanya diam saja. Larilah. Akan kutahan dia sebisa mungkin” dia memakai pedang pendek sambil memasang kuda-kuda.

“ta-tapi harus lari kemana? Jalan satu-satunya ialah melewati orang ini!”

“ya lewati saja. Kamu ini pintar apa bego sih. Nanti aku akan menahannya. Tenang saja!”

“Baiklah bocah. Lain kali jangan panggil aku bocah!”

            Segera aku berlari melewati orang berjubah itu. Kulihat dia merespon cepat dan bergerak menuju ke arahku. Tapi bocah itu segera bereaksi dan menahanya agar diam di tempatnya. Sekilas aku kembali teringat pada bocah yang waktu itu aku beri es krim dan menipuku lalu mendadak hilang.

“ka-kau kan!?” aku sekarang ingat bocah itu.

Si jubah hitam itu berhasil mengelak dan menyingkirkan anak kecil itu. dia menyayatkan pedangnya di udara dan muncul padatan angin tajam layaknya di serial anime menuju ke arahku. Kurasa aku harus menghindari angin yang bergerak cepat itu, jika tidak pasti kepalaku akan terpenggal. Namun karena tidak fokus menatap ke arah depan, aku tidak menyadari ada sebatang pohon besar yang menantiku disana.

‘DUUAAK!!’ benturan keras kontan membuat kepalaku puyeng.

Semua terasa berputar-putar bagai menaiki komedi putar berkecepatan 120 rads/secon. Lekas badanku terjatuh dan berhasil menghindari padatan sayatan angin yang kini merobek batang pohon dan membuatnya tumbang. Sialnya batang pohon itu segera ambruk menuju ke arahku. Sedangkan akibat benturan keras tadi, Menyebabkan kesadaranku perlahan pudar dan tidak bisa merasakan apapun lagi pada saat itu.

***
                                                                                                                        Bersambung......

Selasa, 20 Juni 2017

Perjalanan Hati kehadirat tuhan



1
Sesungguhnya, bidayah (permulaan) itu bagaikan cermin yang memperlihatkan nihayah (akhir). Siapa yang bidayahnya selalu bersandar kepada Allah, pasti nihayah-nya akan sampai kepada-Nya.
– ibnu Atha’illah al-Iskandari –

            Artinya, permulaan seorang murid adalah gambaran akhirnya. Jika di awal ia sudah memiliki tekad kuat untuk menghadap Allah dan berjuang dalam ibadah dan riyadhah, maka di akirnya nanti ia akan mendapatkan kemenangan besar. Begitu juga sebaliknya.

2
Yang harus dikerjakan ialah amal ibadah yang engkau sukai dan semangat dalam melakukannya, sdangkan yang harus diabaikan ialah hawa nafsu dan urusan dunia yang sering memengaruhi.
– ibnu Atha’illah al-Iskandari –

            Yang harus dikerjakan adalah amalan sholeh yang mendekatkanmu kepada Allah. Adapun yang harus diabaikan dan tidak perlu dipedulikan ialah keinginan hawa nafsu dan maslahatmu yang akan sirna.

3
Siapa yang yakin bahwa Allah menyuruhnya melakukan ibadah, pasti ia bersungguh-sungguh menghadap kepada Nya. Siapa yang mengetahui bahwa segala urusan itu di tangan Allah, pasti bulatlah tawakalnya kepada-Nya.
– ibnu Atha’illah al-Iskandari –

4
Bangunan alam ini pasti rusak binasa. Lenyap pula semua barang berharga yang ada di dalamnya.
– ibnu Atha’illah al-Iskandari –

5
Orang yang sempurna akalnya ialah yang lebih bahagia dengan yang kekal daripada yang rusak binasa karena cahaya hatinya telah terang dan tanda-tanda cahaya itu tampak pada air mukanya.
– ibnu Atha’illah al-Iskandari –

Orang yang berakal ialah orang yang lebih bahagia dan gemar kepada akhirat daripada kepada dunia yang fana.

6
Orang yang berakal memalingkan mukanya dari dunia ini, mengabaikannya dengan memejamkan mata, dan terus berlalu meninggalkannya. Ia tidak menganggapnya sebagai tanah air atau tempat tinggal.
– ibnu Atha’illah al-Iskandari –

Dia bisa melihat jelas apa saja yang perlu dijauhinya di dunia ini. ia tidak menjadikan dunia sebagai tempat berleha-leha atau tempat bersenang-senang. Tidak pula menjadikannya sebagai tempat tinggal yang dicintainya.

7
Bahkan semangatnya terus bangkit untuk segera sampai kepada Allah dan terus berjalan menuju-Nya sambil berharap pertolongan-Nya agar segera sampai.
– ibnu Atha’illah al-Iskandari –

8
Kendaraan semangatnya terus berjalan tiada henti sampai berlabuh di hadirat Ilahi, di atas hamparan kesenangan, tempat kelapangan, berhadapan dengan-Nya, bercakap-cakap dan menyaksikan-Nya, dan bersimpuh di tempat belajar ilmu-Nya sehingga hadirat Ilahi itu menjadi sarang hati mereka. Ke sana mereka kembali dan di sana pula mereka tinggal.
– ibnu Atha’illah al-Iskandari –

Biasanya yang menghalangi kendaraan tekad itu ialah sikap bergantung kepada selain Allah, misalnya terhadap dunia.

9
Apabila mereka tiba di langit kewajiban (menunaikan kewajiban) atau turun ke bumi kepentingan (hawa nafsu) hal itu terjadi dengan izin dan keyakinan yang mendalam. Mereka tidak menunaikan kewajiban dengan lalai dan menyalahi adab. Demikian pula bila menuruti hawa nafsu, bukan semata-mata dorongan syahwat yang meluap atau kesenangan duniawi, tetapi mereka masuk ke dalamnya dengan pertolongan Allah untuk meraih keridhaan-Nya, menuruti tuntutan-Nya, dan berharap kepada-Nya.
– ibnu Atha’illah al-Iskandari –

10
Katakanlah “tuhanku masukkanlah aku melalui pintu kebenaran dan keluarkanlah aku melalui pintu kebenaran pula supaya pandanganku tetap bulat pada kekuasaan dan kekuatan-Mu ketika Kau memasukkanku, dimikian pula kepasrahan dan ketundukanku selalu kepada-Mu ketika Kau mengeluarkanku”
– ibnu Atha’illah al-Iskandari –

11
“Dan berikan untukku, langsung dari-Mu kekuatan dan pertolongan yang membantuku untuk melawan nafsuku, membantu kawan-kawanku dan orang-orang yang kukasihi, serta membantuku untuk mengenali kelemahan diri dan melenyapkanku dari kurungan perasaanku, bukan kekuatan dan pertolongan yang membantu nafsu dan musuh-musuhku.”
– ibnu Atha’illah al-Iskandari –



Disadur dan diringkas dari buku AL-Hikam (Hal 359-370)

AHAMMIYATUSY-SYAHADATAIN



            Kenapa Syahadatain itu sangat penting? Karena dengan bersyahadat seseorang bisa menyatakan dirinya sebagai seorang muslim. Syahadat juga merupakan gerbang utama seseorang untuk masuk agama islam. Mempelajari dan memahami Ahammiyatusy-syahadatain itu sangatlah penting bagi seorang muslimin. Bahkan dahulu para Nabi pun berkorban untuk memperjuangkan Kalimat ini. Dan kalimat inilah yang juga menjadi penggerak dakwah dari jaman nabi hingga sekarang ini.

            Mereka yang mendapatkan pahala dari Allah adalah yang bersyahadat. Pengakuan syahadat laa ilaaha illa Allaah belum dianggap syahadat bila hati dan akalnya belum benar-benar mengakui jika ‘tidak ada tuhan yang patut di sembah selain Allah’. Syahadat harus diucapkan dengan tegas dan penuh dengan penjiwaan dan keyakinan, serta tidak boleh plin-plan atau malah murtad.

Kepentingan bersyahadat

            Syahadatain adalah rukun islam yang pertama. Syahadatain ini penting karena sebagai dasar dan asas bagi rukun islam lainnya, dan menjadi tiang untuk rukun iman dan Dien. Sebab-sebab kenapa syahadatain itu penting adalah :

1.              1.    Pintu masuknya Islam
2.              2.    Intisari ajaran Islam
3.              3.    Dasar-dasar perubahan menyeluruh
4.              4.    Hakikat dakwah para rasul
5.              5.    Keutamaan yang besar

1.      Madkhal Ilaa Al-Islaam (pintu masuk ke dalam islam)

Syarat diterimanya amal seseorang adalah dengan mengucapkan Syahadatain. Bila tidak, maka amal-amal yang selama ini dikerjakan adalah sia-sia bagai fatamorgana yang terlihat namun sebenarnya tidak ada. Dan Syahadatain jugalah yang membedakan seseorang beriman atau kafir.
       
      Pentingnya mengerti, memahami, dan melaksanakan Syahadatain harus kita realisasikan dalam hati dan kehidupan sehari-hari. Manusia bisa berdosa karena telah melalaikan pemahaman dan pelaksanaan syahadatain. Manusia bisa menjadi kafir karena menyombongkan diri terhadap kalimat Laa ilaaha Illa Allaah.

       Yang dapat bersyahadat dalam arti sebenarnya adalah hanya Allah, para Malaikat, dan orang-orang yang berilmu yaitu para nabi dan orang-orang yang beriman kepada mereka.

Dalil :
-          Qs (47 : 19)
“maka sesungguhnya tidak ada tuhan melainkan Allah. Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal”

-          Hadits :
Diriwayatkan dari Utsman RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda barang siapa meninggal sedang ia mengetahui bahwa tak ada tuhan disembah kecuali Allah, ia masuk surga. (Dalam Kitab As Sahih)

-          Qs (37:35)
“Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illa Allaah" (tiada Tuhan melainkan Allah) mereka menyombongkan diri”

-          Qs (3:18)
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”

-          Qs (7:172)
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan) "

-          Qs (25:23)
“Dan Kami menghadap kepada apa yang mereka telah kerjakan dari amal (baik), lalu Kami jadikan dia debu yang beterbangan”

-          Qs (39: 64-65)
“Katakanlah apakah patut sesuatu yang lain dari Allah, kamu suruh aku menyembah, hai orang-orang yang bodoh? Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada mereka yang sebelummu, bahwa jika engkau menyekutukan Allah, niscaya gugur amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi”

2.      2.   Khulaashah Ta'aaliim Al-Islaam (Intisari Ajaran Islam)

Pemahaman muslim terhadap Islam bergantung kepada pemahaman pada syahaadatain. Seluruh ajaran Islam terdapat dalam dua kalimat yang sederhana ini. Ada 3 hal prinsip syahaadatain :

o   Pernyataan Laa ilaaha illa Allaah merupakan penerimaan penghambaan atau ibadah kepada Allah SWT saja. Melaksanakan minhajillah (sistem/aturan Allah SWT) merupakan ibadah kepadaNya.
o   Menyebut Muhammad adalah Rasulullah merupakan dasar penerimaan cara penghambaan itu dari Muhammad SAW sebagai Rasulullah dalam mengikuti Minhajillah.
o   Penghambaan kepada Allah SWT meliputi seluruh aspek kehidupan. la mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, dengan dirinya sendiri, dan dengan masyarakatnya.

Makna laa ilaaha illa Allaah adalah penghambaan kepada Allah SWT Wujud penyerahan diri hanya kepada Allah saja yang menciptakan manusia.

Rasul diutus dengan membawa ajaran tauhid yaitu kalimat laa ilaaha illa Allaah. Melalui contoh Nabi SAW, manusia melakukan ibadah yang tepat dalam melaksanakan syariat Islam. Muhammad SAW adalah teladan dalam setiap aspek kehidupan termasuk bagaimana cara mentauhidkan Allah SWT.

Aktifitas hidup hendaknya mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, karena dengan mengikutinya akan mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah SWT. Seluruh aktivitas hidup manusia secara individu, masyarakat dan negara mesti ditujukan kepada mengabdi Allah SWT saja.

Islam adalah satu-satunya syariat yang diridhai Allah SWT Tidak dapat dicampur dengan syariat lainnya.

Dalil :

-          Qs (2:21)
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa”

-          Qs (51:56)
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.”

-          Qs (21:25)
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".

-          Qs (33:21)
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”

-          Qs (3:31)
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu: Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

-          Qs (6:162)
Katakanlah: "Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam".

-          Qs (3:19)
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab Nya”

-          Qs (3:85)
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan diakhirat termasuk orang-orang yang merugi”

-          Qs (45:18)
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang­orang yang tidak mengetahui”

-          Qs (6:153)
“Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa”

3.   3.      Asaas Al-Inqilaab (Dasar-dasar Perubahan)

Syahaadatain mampu merubah manusia dalam aspek keyakinan, pemikiran, maupun jalan hidupnya. Perubahan meliputi berbagai aspek kehidupan manusia secara individu atau masyarakat.

Ada perbedaan penerimaan syahaadatain pada generasi pertama umat Muhammad dengan generasi sekarang. Perbedaan tersebut disebabkan pemahaman terhadap makna syahaadatain secara bahasa dan pengertian/ pemaknaan, serta sikap konsisten terhadap syahaadah tersebut dalam pelaksanaan ketika menerima maupun menolak.

Umat terdahulu langsung berubah ketika menerima syahaadatain. Sehingga mereka yang tadinya bodoh menjadi pandai, yang kufur menjadi beriman, yang bergelimang dalam maksiat menjadi takwa dan abid (penghamba), yang sesat mendapat hidayah. Masyarakat yang tadinya bermusuhan menjadi bersaudara di jalan Allah SWT Syahaadatain telah berhasil merubah masyarakat dahulu maka syahaadatain pun dapat merubah umat sekarang menjadi baik.

Perubahan individu contohnya terjadi pada Mush'ab bin Umair yang sebelum mengikuti dakwah rasul merupakan pemuda yang paling terkenal dengan kehidupan yang glamour di kota Mekkah tetapi setelah menerima Islam, ia menjadi pemuda sederhana yang dai, duta rasul untuk kota Madinah. Kemudian menjadi syuhada Uhud.

Beberapa reaksi masyarakat Quraisy terhadap kalimat tauhid sangat beragam. Mereka yang menggunakan akalnya akan dapat mudah menerima kalimat tauhid tetapi sebaliknya mereka yang menggunakan hawa nafsu serta adanya berbagai kepentingan akan menyulitkan mereka memahami kalimat tauhid.

Musuh Allah seperti kaum musyrikin senantiasa memerangi mereka yang konsisten dengan pernyataan Tauhid. Orang yang beriman dalam sejarah selalu mampu mempertahankan keimanannya dalam menghadapi serangan musuh secara fisik, tetapi terkadang umat Islam kalah dengan serangan opini dan pemikiran seperti yang terjadi pada saat ini.

Dalil :
-          Qs (6:122)
“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah­tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan”

-          Qs (33:23)
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang­orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya)”

-          Qs (37:35-37)
“Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illa Allaah (Tiada Tuhan melainkan Allah) mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata: 'Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?" Sebenarnya dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul sebelumnya”

-          Qs (85:6-10)
“Ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”

-          Qs (18:2)
“Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik”

-          Qs (8:30)
“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya”

4.   4.      Haqiiqah Da'wah Ar-Rusul (Hakikat Seruan Para Rasul)

Setiap Rasul semenjak nabi Adam AS hingga nabi besar Muhammad SAW membawa misi dakwah yang sama yaitu syahaadah. Makna syahaadah yang dibawa juga sama yaitu Laa ilaaha illa Allaah. Dakwah rasul senantiasa membawa umat kepada pengabdian Allah SWT saja. Allah sebagai ilah adalah misi para Nabi untuk disampaikan kepada seluruh manusia.

Dalil :

-          Qs (60:4)
“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata) "Ya Tuhan kami hanya Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali".

-          Qs (18:110)
Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

5.   5.      Fadhaail 'Azhiimah (Ganjaran yang Besar)

Banyak ganjaran dan pahala yang diberikan oleh Allah SWT dan dijanjikan oleh Nabi Muhammad SAW Ganjaran dapat berupa material ataupun moral. Misalnya kebahagiaan di dunia dan akhirat, rezeki yang halal serta keutamaan lainnya. Keutamaan ini selalu dikaitkan dengan aplikasi dan implikasi (keterlibatan) syahaadah dalam kehidupan sehari-hari. Dihindarkannya kita dari segala macam penyakit dan kesesatan di dunia dan di akhirat.

Dalil :

Hadits : “Allah SWT akan menghindarkan neraka bagi mereka yang menyebut kalimat syahaadah”

Hadits : “Orang yang pada akhir kalimatnya (waktu ajal) mengucapkan Laa ilaaha illa Allaah dijamin masuk surga”

Hadits : “Dua perkara yang pasti, Kata Rasulullah SAW Maka seorang sahabat bertanya, Apakah perkara itu ya Rasulullah? Rasulullah SAW menjawab, Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, ia tetap masuk surga (HR. Ahmad)”


Disadur dari : http://kajiantarbiyah.blogspot.co.id/2007/06/ahammiyatusy-syahadatain.html dengan beberapa tambahan dan pengurangan.